× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Syahbandar Sabang pastikan Jasa Penyeberangan ke Sabang masih aman

Syahbandar Sabang pastikan Jasa Penyeberangan ke Sabang masih aman

SHARE
Syahbandar Sabang pastikan Jasa Penyeberangan ke Sabang masih aman

Syahbandar Sabang pastikan Jasa Penyeberangan ke Sabang masih aman.(Ist)

SuaraAceh

Sabang - Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Sabang, terus memantau kelayakan dan keamanan jasa penyebarangan laut, pasca kabut asap karhutla yang melanda Sabang, Aceh. 

Dampak kebakaran hutan dan lahan di sejumlah lokasi di Sumatera, berdampak di Sabang, kabut asap pekat sejak Senin (23/09/2019) mengakibatkan jarak pandang dan kekhawatiran akan dampak kesehatan. 

Menurut BMKG Kota Sabang jarak pandang Senin pagi hingga Pukul 11-12 WIB maksimal 1 kilometer, dan terus menurun sampai pukul 16.00 hanya sekitar 800 meter.  

Makin menurunnya visibiliti  membuat berbagai pihak harus terus waspada,  termasuk jasa pelayaran yang menjadi urat nadi penyeberangan ke daratan dari dan menuju Sabang. 

Dari pantauan Suaraaceh.co hingga pukul 12.30 WIB Senin siang kapal roro KMP BRR masih melayari lintasan Banda Aceh Balohan, dengan membawa penumpang dan kendaraan dengan kapasitas normal.   

Plh Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Sabang Heru Kurniawan menjelaskan,  pihaknya akan terus memantau perkembangan dampak kabut asap Ini. Untuk hari ini Senin (23/09/2019)  baik kapal ferry maupun kapal cepat dinilai masih layak dan aman berlayar. Kepekatan asap hanya terjadi di sekitar perairan Sabang. 

“Berdasarkan pemantauan tadi pagi dengan nakhoda,  untuk kepekatan akibat kabus asap,  hanya terjadi di dekat wilayah perairan Sabang hingga Pulau Buru, itu jarak pandang 5 notical mile ataiu 5 mil, hingga Pulau Buru.  Lebih dari Itu perairan tersebut kepekatan asap sudah berkurang,” jelasnya, Senin (23/09/2019).

Dia menambahkan walaupun kepekatan sudah mengkhawatirkan, kapal penyeberangan dapat menggunakan radar sebagai petunjuk.

Ditegaskannya, masyarakat juga tidak perlu merasa khawatir bila ingin menggunakan moda transportasi laut untuk menuju daratan Banda Aceh.(MT)