× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Pemerintah Aceh Minta Menteri Perdagangan RI Tambah Kuota Gula untuk Aceh

Pemerintah Aceh Minta Menteri Perdagangan RI Tambah Kuota Gula untuk Aceh

SHARE
Pemerintah Aceh Minta Menteri Perdagangan RI Tambah Kuota Gula untuk Aceh

Pemerintah Aceh Minta Menteri Perdagangan RI Tambah Kuota Gula untuk Aceh.(Ist)

SuaraAceh

Banda Aceh - Ditengah kondisi penyebaran virus corona (Covid-19), Aceh mulai kekurangan stok gula, sehingga harga jual di pasaran saat ini melambung tinggi.

Untuk memastikan stok gula tetap aman menjelang datangnya bulan suci ramadhan. Pemerintah Aceh meminta adanya penambahan kuota gula dan percepatan pendistribusian untuk Aceh dari Menteri Perdagangan RI.

Permintaan itu disampaikan melalui surat Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, nomor 551/5365 yang ditujukan ke Menteri Perdagangan RI, perihal percepatan pendistribusian dan penambahan kuota gula Aceh.

Plt Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Aceh, Muslem Yacob mengatakan, saat ini stok gula Aceh memang berkurang, karena itu pemerintah Aceh menempuh langkah lain guna menutupi kelangkaan tersebut.

"Jadi langkah yang kita tempuh, sudah menyurati Menteri Perdagangan RI untuk menambah kuota gula untuk Aceh. Segela kekuatan kita lakukan, teman-teman di DPR RI juga sudah kita sampaikan agar ada respon dari Mendag terkait kelangkaan gula," kata Muslem Yacob di Banda Aceh, Kamis 26 Maret 2020.

Selain itu, kata Muslem, mengenai harga saat ini, pihaknya juga sedang menunggu adanya penambahan kuota gula dari Bulog, sebagai salah satu alternatif untuk menstabilkan kembali harga di pasaran.

"Dari Bulog, tidak kita gelar pasar murah, tapi Bulog yang menyalurkan. Sehingga tidak kita gelar lagi pasar murah," ujarnya.

Muslem mengingatkan, ketika nantinya gula disalurkan dengan harga yang rendah. Maka pedagang tidak dibolehkan untuk menjual dengan harga yang terlampau tinggi, tetapi cukup sewajarnya saja.

"Kalau nanti pedagang menjual dengan harga tinggi, tapi modalnya murah, itu akan kita tindak," tutur Muslem.

Muslem menuturkan, penyaluran gula dari Bulog dipastikan akan dilakukan pada pertengahan April mendatang, atau beberapa hari sebelum puasa ramadhan.

Penyaluran gula Bulog ini juga tidak bisa dipercepat, karena riwayat gula impor itu saat tiba di Indonesia kondisinya setengah jadi. Kemudian baru diolah kembali menjadi gula kristal putih.

"Jadi ini sedang dalam pengolahan, jadi perkiraan Bulog kita, pertengahan April itu sudah tiba. Jadi menjelang ramadhan, kita berharap masih ada gula yang dari pengusaha," imbuhnya.

Muslem berharap kepada para pedagang untuk menggunakan nurani ketika menjual gula di pasaran, jangan meninggikan harga jika modal belinya murah. Artinya harga itu yang pantas dan wajar sesuai dengan daya beli.

Dalam kesempatan ini, Muslem juga menyampaikan hasil sidak pasar yang dilakukan beberapa hari lalu. Hasilnya memang tidak ada penimbunan. Hal itu karena memang ketika gula sampai, maka didistribusikan langsung.

"Kita harap jangan ada penimbunan, karena masyarakat berharap gula nya ada, jangan sampai tidak ada stok," harap Muslem.(R)