× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Guru SMK di Aceh Jaya Kembangkan Pendekatan STEM Dalam Pembelajaran Matematika

Guru SMK di Aceh Jaya Kembangkan Pendekatan STEM Dalam Pembelajaran Matematika

SHARE
Guru SMK di Aceh Jaya Kembangkan Pendekatan STEM Dalam Pembelajaran Matematika

Guru SMK di Aceh Jaya Kembangkan Pendekatan STEM Dalam Pembelajaran Matematika di SMK .(Ist)

SuaraAceh

Aceh Jaya - Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi atau IPTEK di era globalisasi seperti sekarang ini menuntut manusia untuk lebih meningkatkan kemampuan dan keterampilan dirinya untuk dapat bersaing tidak hanya dalam ruang lingkup nasional melainkan internasional. Pada abad ini, keterampilan yang harus dimiliki setiap individu dikenal sebagai 21­­st Century Skills.

Berdasarkan rangkuman dari laporan National Research Council (NRC) ada lima keterampilan yang harus dimiliki manusia di abad 21 yaitu keterampilan beradaptasi (adaptability), keterampilan berkomunikasi secara kompleks (complex communication), keterampilan memecahkan masalah (nonroutine problem-solving), keterampilan mengelola diri (self-management), dan keterampilan sistem berpikir (system thinking).

Keterampilan mengelola diri (selfmanagement) mencakup keterampilan pribadi yang dibutuhkan untuk bekerja dari jarak jauh, bekerja dalam tim, bekerja secara mandiri dan untuk memotivasi diri dan memonitor diri sendiri. Berdasarkan ungkapan tersebut, motivasi merupakan salah satu aspek penting dalam kemampuan pengelolaan diri yang termasuk ke dalam kemampuan abad 21.

Motivasi belajar merupakan salah satu dari banyak faktor yang mempengaruhi pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran. Motivasi merupakan keadaan yang dapat membangkitkan, mengarahkan dan menjadi landasan perilaku seseorang dalam mencapai suatu tujuan. Sumber daya manusia yang berkualitas dapat diwujudkan melalui sistem pendidikan yang memiliki kurikulum dengan kualitas yang tinggi. Adanya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan salah satu sistem yang baik untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan keterampilan untuk hidup.

KTSP merupakan kurikulum yang lebih memusatkan pembelajaran pada siswa, sehingga siswa lebih banyak mencari sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan dinamisator yang memberikan kemudahan kepada siswanya dalam menanamkan konsep yang menjadi tuntutan kurikulum. Salah satu mata pelajaran yang terdapat dalam KTSP khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah mata pelajaran matematika.

Matematika merupakan mata pelajaran yang dipelajari mulai dari sekolah dasar menengah hingga perguruan tinggi. Pendidikan matematika di sekolah dasar bertujuan membekali mereka dengan kemampuan berifikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerja sama.

Keberhasilan pembelajaran matematika dapat dilihat dari tingkat pemahaman, penguasaan materi, dan prestasi belajar siswa. Semakin tinggi pemahaman, penguasaan materi, semakin tinggi pula prestasi belajar siswa.

Namun pengamatan di lapangan memberikan hasil yang berbeda dengan tujuan yang diharapkan dalam KTSP. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa SMK di Aceh Jaya tentang proses belajar mengajar yang berlangsung, diperoleh informasi bahwa pembelajaran yang diterapkan guru berupa ceramah dan mengerjakan soal soal saja.

Siswa beranggapan bahwa mata pelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang sangat sulit, karena matematika cenderung dengan hitungan dan rumus-rumus saja tanpa tahu gunanya untuk apa. Siswa merasa bahwa matematika tidak banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sehubungan dengan permasalahan yang ditemukan, diduga ada kaitannya antara rendahnya kemampuan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kritis siswa dengan proses pembelajaran yang selama ini digunakan. Kemampuan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kritis rendah tersebut terjadi karena pembelajaran terfokus pada penekanan konsep saja tidak sampai pada pengaplikasian konsep tersebut.

Beranjak dari permasalahan tersebut Teuku Julizal, S. Pd salah seorang guru matematika SMK Negeri 1 Panga Kabupaten Aceh Jaya mencoba menerapkan pendekatan STEM (Science Technology Engineering And Mathematics) dalam pembelajaran Matematika di sekolahnya, dan hasil yang didapatkan sangat luarbiasa. Biasanya siswa hanya dikasi materi, konsep dan dikerjakan soal soal.

Namun, Dalam pendekatan STEM siswa diberi konsep pembelajaran dengan empat komponen yaitu sains, teknologi, enginering dan matematika, di rangkum menjadi sebuah produk. Produk yang dihasilkan adalah berbentuk purwarupa hidrolik dan produk lainnya sesuai dengan program keahlian dari siswa itu sendiri, sehingga setelah lulus nantinya siswa memahami bahwa matematika itu sangat dekat dengan kehidupan nyata.

Penerapan pendekatan STEM dalam pembelajaran dewasa ini sangat sesuai dengan tuntutuan kompetensi abad 21 dan dalam rangka menjawab tantangan menghadapi revolusi industri 4.0, oleh karena itu gabungan antara teknologi, pengetahuan (Science), keterampilan mendesain sebuah karya (Engineering) dan menyusunnya secara sistematis dan logis (Mathematic) dapat digunakan untuk menjawab masalah dalam kehidupan sehari hari dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini.

Lanjutnya, Pembelajaran dengan pendekatan STEM merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan empat disiplin ilmu yaitu Science, Technology, Engineering, dan mathematics dalam satu kali pembelajaran.

" Pembelajaran berbasis STEM merupakan pembelajaran berbasis masalah dan berbasis proyek, karena dalam proses pembelajarannya siswa diminta untuk menyelesaikan suatu masalah kontekstual dengan menggunakan pemahaman keempat disiplin ilmu STEM kedalam bentuk proyek, "Pungkas Teuku Julizal S.Pd. [R]